• Address Jl. Gatot Subroto No.100, Yosodadi
  • Email info@ummetro.ac.id
  • Contact (0725) 42445
Jadwal Waktu Sholat Kota Metro Kamis, 30 April 2026
Subuh 04:41 Dzuhur 12:00 Ashar 15:20 Maghrib 17:57 Isya 19:08

Dosen S2 Pendidikan Biologi UM Metro Beri Pelatihan Pengelolaan Sampah di SMAN 1 Seputih Banyak

 

 

Bersama 300 siswa kelas 10 dan puluhan guru SMAN 1 Seputih Banyak, Dosen Pascasarjana UM Metro berkesempatan menjadi narasumber pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan Topik Pengelolaan Sampah”.

 

Menggunakan seragam biru dongker UM Metro, tim yang terdiri dari Dr. Agus Sutanto, M.Si.,  Dr. Hening Widowati, M,Si.,  Zaini Abrori, S.Pd (Tim penelitian Payung) dan Halif Lazuarsyah mengawali silaturahim dengan Kepala Sekolah I Made Sulatra, M.Pd. sekaligus  memberikan cindera mata UM Metro serta produk PT. Pumahitari berupa buku dan produk Pumakkal, disambut meriah oleh guru dan siswa di aula SMAN 1 Seputih Banyak.

 

Sampahku Tanggungjawabku, Pengorganisasian, Pengolahan dan Pemanfaatan sampah atau limbah adalah tema yang diangkat oleh SMAN 1 Seputih Banyak. Para narasumber memaparkan pentingnya diri sendiri bertanggungjawab pada sampahnya sendiri.

 

“Meminimalkan sampah salah satu cara dimulai dari dirinya, rumahnya, sekolahnya dan tempat kerjanya. Mengambil makan secukupnya, menghabiskan makan yang diambilnya sendiri adalah salah satu bentuk tanggungjawab tersebut. Semua agama tentu mengajarkan agar tidak berbuat mubazir, nasi, sayur, lauk yang kita makan, melalui jalan panjang dan melibatkan begitu banyak pihak  sampai siap kita makan,” ungkap Dr. Agus Sutanto, M.Si.

 

“Pengelolaan sampah organik bisa kita manfaaatkan menjadi pupuk kompos maupun pupuk cair. Pembuatan kompos melalui teknik takakura, kompos karung, biopori, sedangkan limbah cair cukup kita tampung dalam botol ditambah gula atau molase sebagai nutrisi bakteri dan tambah starter semisal Pumakkal sehingga bahan-bahan limbah cepat terurai,” imbuh Dr. Agus Sutanto

 

Senada, Dr. Hening Widowati, M.Si., menjelaskan bahwa pengorganisasian dan pengolahan sampah sanngat penting dipahami oleh setiap individu.

 

“Limbah anorganik, plastik, steroform, kaleng disamping didaur ulang, sangat disarankan untuk dipilah. Misalnya botol air kemasan dipilah tutup, label dan botolnya. Botol diisi berbagai limbah plastik, jika penuh botol diremas atau dipuntir sehingga tanpa celah/rongga, jika dikumpulkan menghemat tempat, begitu juga botol minum gelas, pilah plastik tutupnya dan gelasnya, disusun menumpuk gelasnya, Limbah anorganik yang sudah terpisah jenisnya dibawa ke pengepul sehingga harga lebih bersaing,” ucapnya.

 

Mendengar penjelasan dari para narasumber, siswa SMAN 1 Seputih Banyak merasa termotivasi. Mereka berencana merubah tempat pembuangan sampah sekolah yang kumuh dijadikan tempat belajar. Mereka (siswa) mau dan siap menyulap TPA sekolah menjadi bersih dengan membuat lobang sampah, sampah organik dan tanah yang ada dijadikan kebun sayuran dan pada saatnya TPA menjadi tempat yang nyaman untuk belajar bahkan makan-makan yang nyaman.

 

SMAN 1 Seputih Banyak juga akan mengadakan lomba mungumpulkan sampah anorganik yang sudah dipilah sehingga menjadi kebiasaan.  Sementara para dewan guru akan memberikan pendampingan setiap kelas selama 2 bulan sampai kompos maupun pupuk cair jadi, dan dihargai sebagai kegiatan workshop setara 32 JP oleh PPs. UM Metro.